Langsung ke konten utama

Suasana Keramaian Akhir Pekan Di Alun-Alun Kota Bogor


Alun-alun Kota Bogor merupakan ikon baru di Kota Hujan, tempat ini baru diresmikan pada bulan Desember tahun 2021. Ikon baru ini menjadi tempat alternatif wisata bagi warga Bogor maupun luar Bogor. Wisatawan yang berdatangan cukup beragam mulai dari anak-anak hingga lanjut usia.

Banyak wisatawan yang memanfaatkan fasilitas yang ada di Alun-Alun Kota Bogor ini. Mulai dari alat olahraga, wahana permainan anak-anak, dan jogging track. Tak sedikit pula para orang tua yang menemani anaknya ikut merasakan fasilitas yang tersedia di alun-alun ini. Selain banyaknya wisatawan yang merasakan fasilitas yang ada disini, tak sedikit pula wisatawan yang datang hanya sekedar untuk piknik bersama keluarga, teman-teman maupun pasangannya sendiri. 


Pada bagian lapangan utama alun-alun banyak wisatawan yang asyik bermain layangan, sepak bola dan lari-larian. Selain banyaknya wisatawan, banyak pula pedagang kaki lima yang berjualan di area alun-alun. Bahkan adanya aturan yang dilarang untuk berjualan pun tidak dihiraukan.


Selain itu, kebersihan lingkungan di area alun-alun masih sedikit kurang terjaga dari kesadaran wisatawannya sendiri. Masih banyak sampah yang berserakan, sehingga masih ada petugas kebersihan yang harus dikerahkan untuk siap sedia berada ditempat agar selalu memantau kebersihan lingkungan sekitar alun-alun. Namun, Alun-Alun Kota Bogor ini tetap terlihat indah dan asri karena dengan tatanan taman yang rapih dan asri, karena memang taman ini didesainnya sangat unik dan di sekelilingnya ada banyak bangunan bersejarah yang cocok untuk pecinta wisata sejarah. Konsepnya adalah ruang terbuka ala Eropa sehingga memang memanjakan pengunjung untuk beristirahat, bersantai hingga berolahraga dan bermain. Taman ini sangat asri dengan rimbunnya pepohonan dan tanaman hijau, Minggu (15/10/2023).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ragam Pasar Loak Di Jakarta: Perdagangan dan Kisah-Kisah yang Tersembunyi

     Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota, Pasar Loak Di Jakarta muncul sebagai tempat yang menyimpan cerita-cerita tersembunyi dan kehidupan pedagang yang penuh warna. Kita akan menyelusuri keunikan pasar loak ini dan merangkai kisah-kisah pedagang yang menjadi bagian tak terpisahkan dari keberlanjutan pasar ini.      Jembatan Item dan Kebayoran, yang telah menjadi pusat perdagangan sejak zaman dahulu, menawarkan lebih dari sekadar barang-barang bekas. Pasar loak ini menjadi pintu gerbang ke masa lalu, memamerkan barang-barang antik, koleksi vinil langka, dan artefak sejarah yang mencerminkan kekayaan budaya masyarakat.      Pedagang di Pasar Loak Jembatan Item dan kebayoran tidak hanya menjual barang-barang, mereka juga berperan sebagai penjaga warisan budaya. Banyak dari mereka memiliki pengetahuan mendalam tentang sejarah setiap barang yang mereka jual, dan mereka dengan antusias menceritakan cerita di balik setiap temuan yang menarik per...

Toko Piring Keramik di Pasar Mayestik Jakarta Selatan

Photo and article by Yartika Lintang Riana Piring Keramik merupakan piring yang dibuat dari bahan keramik yang mudah dibentuk dan dilapisi dengan glasur untuk memberikan tampilan yang menarik dan permukaan yang tahan lama.  Tidak hanya menjadi alas makan, piring keramik juga bisa dijadikan pajangan di dinding atau etalase. Tidak heran bila banyak orang sengaja berburu aneka piring keramik yang cantik. Piring-piring keramik dengan desain estetik kini juga kerap dijadikan hadiah dan properti untuk foto. Jika ingin membeli keramik di daerah Jakarta Selatan, anda bisa mampir ke Pasar Mayestik yang terletak di Jl. Tebah III No.3, Gunung, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12120. Kawasan ini buka dari pukul 09.00-18.00 WIB. Meski dikenal sebagai pasar tekstil namun terdapat banyak toko yang menjual perabotan rumah tangga khususnya keramik.   Banyak aneka keramik yang dijual dengan harga yang miring. Mulai dari puluhan ribu ada di sana. Di s...

MENGENAL KAPURUNG, MAKANAN KULINER KHAS SULAWESI SELATAN

  Sumber Foto : IDN Times      Kapurung merupakan makanan berkuah khas  Sulawesi Selatan , khususnya masyarakat Luwu, Palopo. Makanan ini memiliki cita rasa sedikit asam, sehingga memberi sensasi yang menyegarkan.  Kapurung adalah makanan berbahan dasar sagu yang paling populer Desa Takkalala, Kota Palopo. Bahkan Kapurung identik dengan Luwu, salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan.  Kapurung juga sering disebut pugalu atau bugalu. Kapurung mengalami evolusi dari makanan kampung menjadi makanan kota.      Kapurung terbuat dari tepung sagu yang berbentuk bulan-bulatan kecil dimasukkan ke dalam kuah yang telah dibumbui dengan rempah dan sayur-sayuran.  Biasanya, kapurung disajikan dengan kuah berbumbu kacang. Selain itu, juga terdapat campuran berbagai macam sayur dan ikan. H idangan pendamping dapat menggunakan beragam pilihan, misalnya daun singkong atau rebung, terong bakar, ikan, atau daging. Kuah kapurung dapat mengguna...